Senin, 2008 April 07

CITRA DIRI ( Imago Dei VS Economicus )



~Highlight

Mekanisme dari citra diri sesorang itu bekerja, ketakutan-ketakutan yang ada dari seorang penjual terutama mengenai penolakan terhadap konsumen menjadi hal yang paling utama diperbincangkan disini. Sejak kecil orang-orang dalam lingkungan terdekat anda, yakni keluarga anda menjadi subjek-subjek yang paling sibuk dalam hal memprogram citra diri anda. Sampa pada saatnya citra diri anda telah menjadi suatu menara yang kokoh dan tahan badai. Masalah terbesarnya seringkali program yang dimasukan oleh para “orangtua” seringkali menjadi sebuah “SAMPAH” biasa saya sebut Garbage in-Garbage out.

Berita bagusnya anda bisa melakukan proses pemrograman ulang terhadap pikiran bawah sadar anda. Dengan demikian anda bisa menciptakan citra diri yang baru sehingga mampu menjalani hidup dengan lebih bahagia. Ada suatu mekanisme perintah dalam diri kita, saya menyebutnya Mekanisme Kendali Otomatis (MKO). Bagaimana cara kerja dari MKO ?.

Tujuan yang ingin saya sampaikan disini adalah sebagai pelajaran mengenai Simpleology. Pernahkah anda mengambil sebuah mentega beku dari lemari es anda, lalu anda mengambil juga sebuah pisau dapur untuk memotongnya, apa yang terjadi ? anda seperti memotong sebuah batu. Bagaimana jika anda memanaskan pisau tersebut lebih dahulu, baru kemudian anda memotong mentega tersebut, BINGO! Inilah yang ingin saya sampaikan kepada anda. Suatu seni untuk menjalani kehidupan dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Kebanyakan dari populasi di dunia memiliki citra diri yang palsu dan toxic, sudah terjadi suatu distorsi hebat dalam citra diri umat manusia, bayangkan energi negatif yang muncul dari milyaran manusia di dunia ini. Ada citra diri yang absolute yang dimiliki oleh setiap manusia yang pernah lahir saya JAMIN!. Mari kita bahas mengenai hal ini.

~Imago Dei VS Economicus
Sering kali terjadi, sadar atau tanpa sadar, kita kurang memerhatikan martabat manusia. Kita umumnya hanya memperhatikan apakah orang diperlakukan dengan adil atau tidak, baik material maupun sosial. Apakah orang ini mendapat cukup makan? Apakah para pekerja mendapat upah yang memadai? Apakah anak-anak orang miskin bisa memperoleh pendidikan formal? Bagaimana pelayanan kesehatan kepada masyarakat golongan "bawah"? Kalau umpamanya para TKI diperlakukan tidak wajar di pelabuhan udara, maka hal itu dikritik di meedia masa dengan. alasan mereka "membawa devisa yang tidak sedikit", sehingga patut diperlakukan dengan baik, tetapi bukan karena alasan martabat mereka direndahkan!

Kita mengenal berbagai istilah yang sudah baku, namun, sekali lagi sadar atau tanpa sadar, bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang kita anut. Di antaranya istilah "sumber daya manusia" (SDM) yang diterjemahkan dari bahasa Inggris human resources. Perusahaan-penisahaan mempunyai Human Resources Department, yang dulu disebut "Bagian Urusan Pegawai" atau "Urusan Personalia", yang menurut penulis sebenarnya lebih tepat dan manusiawi. Kalau kita bicara tentang "sumber daya manusia", maka tanpa sadar kita menjadikan manusia itu sebagai suatu komponen dalam roda ekonomi di samping "sumber daya alam" {natural recourses).

Dengan mensejajarkan manusia sebagai sumber daya, itu sama saja melecehkan martabat manusia. Artinya, manusia menjadi sama dengan sumber daya alam, yaitu "diturunkan" derajatnya menjadi "komponen produksi” manusia menjadi "homo economicus" dan dengan demikian dinilai berdasarkan kegunaan ekonomi semata dan bukan sebagai manusia.

Istilah human recources memang relatif baru, tetapi maknanya sebenarnya sudah lama berlaku, yaitu sejak "revolusi industri" pada abad ke 19. Sebelumnya orang memintal benang sendiri dan membuat kain serta berbagai bahan keperluan, baik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri maupun untuk dijual. Pekerjaan itu dibuat dalam "industri rumah" dan dikerjakan dengan tangan oleh para anggota keluarga, dibantu dengan peralatan yang dibuat sendiri atau dibeli dari orang-orang yang mempunyai keterampilan untuk membuatnya; itupun dalam industri rumah. Setiap orang merupakan entrepreneur (pengusaha mandiri).

-o-Manusia Bernilai Ekonomi
Tetapi sejak penemuan mesin yang dapat menghasilkan barang keperluan secara masal dengan harga yang jauh lebih murah, mulailah didirikan pabrik-pabrik. Para pemodal melihat di sini kesempatan yang sangat menjanjikan, maka makin banyak pabrik didirikan dengan modal mereka. Pabrik-pabrik itu membutuhkan tenaga kerja, maka orang-orang yang tadinya berkarya secara mandiri jemudian menjadi buruh pabrik. Pada tahap inilah manusia menjadi "sumber daya" untuk mendukung produksi. Jadi. pengertian "SDM" sudah ada sejak revolusi industri, walaupun istilahnya belum dipakai waktu itu. Sebagai entrepreneur manusia masih merupakan subyek yang atas prakarsanya sendiri memilih suatu profesi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dirinya dan masyarakat.

Tetapi pada saat ia menjadi buruh pabrik sebagai unsur yang mendukung produksi, ia menjadi homo economicus (manusia bernilai ekonomi), dan tidak lagi sebagai manusia menurut martabatnya. Pabrik-pabrik di Eropa waktu itu sangat menguntungkan para pemilik modal, sehingga mereka menjadi kaya atas keringat dan penderitaan kaum pekerja: maka terjadilah exploitation de I'homme par I'homme, exploitasi manusia oleh manusia.

Keadaan itu ditentang oleh beberapa pemikir dan penulis, seperti Robert Owen di Inggris dan Pierre Proudhon di Prancis yang berpendapat bahwa tanah dan pabrik harus dimiliki oleh rakyat. Mereka berpendapat demikian karena secara etis adalah amat tidak benar jika sekelompok orang memperkaya diri dari hasil keringat (atau eksploitasi) orang lain. Pandangan kedua penulis itu disebuit ideal socialism.

Tetapi yang paling berpengaruh adalah pemikiran Karl Marx dalam bukunya Das Kapital. Walaupun pemikiran Marx dan kritiknya bahwa para pemilik modal meraih keuntungan dari jerih payah para pekerja adalah benar, ia keliru dalam konsep "pertentangan kelas", yaitu antara kaum kapitalis dan kaum buruh, yang menurut dia akan menjurus kepada revolusi yang akhirnya membawa kemenangan bagi "kaum proletariat". Karena tcori-teori Karl Marx bersifat materialistik, ia tidak menyentuh martabat kaum buruh sebagai manusia. Yang ia permasalahkan salah keadilan material semata-mata, hal mana masih merupakan faktor utama di mana-mana hingga sekarang.

Adalah suatu ironi bahwa justru negara-negara demokratik-lah yang menanggapi pemikiran Marx.. Dengan juga berpedoman pada sosialisme ideal-nya Robert Owen dan Pierre Proudhon, negara-negara demokratik menerapkan berbagai sistem kepemilikan usaha seperti antara lain koperasi pertanian dan industri kecil.
Pemberian saham kepada para pekerja (atau koperasinya) dan kepemilikan saham publik (rakyat). Juga dengan berdirinya serikat-serikat buruh maka dalam alam demokrasi para eksekutif modal dan pemimpin serikat buruh duduk bersama dan berunding untuk menemukan win-win solution di mana pemodal tidak meraih keuntungan terlalu banyak dan para pekerja menerima upah yang cukup untuk hidup layak.

-o-Manusia Sebagai Subyek

Jiwa demokratis itulah membuat para pekerja kembali menjadi subyek dan menjadi mitra dengan para pemodal dalam perusahaan. Sebagai subyek orang tidak lagi "dipakai" atau dimanfaatkan demi keberhasilan produksi, melainkan mereka berkarya dengan menggunakan ketrampilan, pengetahuan atau tenaganya.Manusia adalah subyek karena manusia adalah Homo Imago Dei (Manusia Citra Allah, menurut Alkitab), Allah adalah subyek. maka manusia sebagai "Citra Allah" adalah subyek pula, dan selalu subyek.

Karena itu manusia tidak bisa dan tidak boleh "dipakai", dimanfaatkan, apa lagi diexploitasi sebagai homo economics. Maka yang ideal adalah bahwa para pekerja/karyawan menjadi partner dalam perusahaan di mana ketrampilan, pengetahuan dan tenaganya merupakan "modal" yang mereka tanamkan dalam perusahaan, sedangkan upahnva adalah "dividennya". Kalau hal itu diterapkan dengan sadar, maka dengan sendirinya tertanam rasa memiliki pada para pekerja. Seorang pelamar atau seorang karyawan bukan "sumber daya" melainkan manusia bermartabat, karena ia adalah Homo Imago Dei, yang menawarkan atau menanam "modalnya".

Sabtu, 2008 Maret 29

Just "DUIT"

Dalam kehidupan sehari-hari saya seringkali menemui orang yang sikapnya negatif sekali terhadap kita atau terhadap orang yang sedang berusaha. Kadang-kadang dia bilang, "Ah kamu mana bisa sukses sih", atau "Walah pekerjaanmu itu membosankan." Lain kali, "Wadah kayak gitu kok dikerjakan." Yang lain, "Kok mau jadi orang seperti itu," atau "Pekerjaan yang hina itu kok mau dilakukan." Bahkan, "Orang tidak berpendidikan, tidak punya otak, kamu itu buat apa sih kerja seperti itu."

Banyak sekali orang yang sikapnya begitu. Negatif kepada kita. Mengolok-olok anda. Membuat anda merasa dikecilkan.

Saya ingin sharing dengan anda, coba anda lihat dan perhatikan orang-orang yang mengecilkan anda. Lihatlah mobilnya. Lihat karirnya. Lihatlah sikapnya.

Lihatlah apakah mereka benar-benar sukses dan kenapa sukses. Apakah betul karena kerja kerasnya sehingga dia sukses. Atau kebetulan saja suksesnya, hanya karena dapat uang dari orang tua, famili atau istri/suami.

Lihatlah cara hidupnya. Dan lihatlah kebahagiaannya. Kalau anda melihat ke mereka, pada umumnya anda akan lihat mereka sebagai 'orang yang terluka'. Orang yang merasa iri kepada anda. Dengki. Takut anda menjadi lebih sukses. Orang yang melihat anda dan memandang anda dengan remeh ini merasa takut anda akan menjadi lebih sukses.

Lalu apa obatnya ? Mudah. Tidak usah cerita terlalu banyak khususnya kepada dia. 'Just keep on doing what you do'. Lakukan terus. Lakukan saja apa yang biasa anda lakukan. 'Do it better, do it faster'. Lakukanlah dengan lebih baik, lakukanlah dengan lebih cepat. Tunjukkan kepada mereka usaha anda, kesuksesan anda.

Coba anda bayangkan, kalau anda punya teman yang sikapnya memburukkan anda. Mengolok-olokkan anda. Dan anda berpikir, kalau saya disuruh tukar tempat dengan dia, mau nggak dia. Kalau mau, berarti dia memang orang sukses. Karena dia mengolok untuk memberi semangat atau membantu. Dia memang seorang teman. Tapi kalau anda sudah diolok-olok, dan anda berpikir disuruh tukar tempat saja nggak mau, tentu saja dia hanya mengolok-olok saja. Jadi biarkan saja.

Dalam kehidupan anda akan menemui banyak sekali orang-orang yang seperti itu. Dan ketika anda merasakannya. Lupakanlah orang itu. Mungkin dia iri, dengki. Karena kita akan lebih bahagia. Dan mungkin lebih sukses dari dia di masa mendatang.

Forgive and Happy

Memaafkan Musuh, Membahagiakan Diri

Dalam kehidupan selalu saja ada teman, saudara, kerabat kita yang sekarang bermusuhan dengan kita. Padahal dulunya mereka berhubungan baik dengan kita. Karena di suatu saat, entah sebuah kejadian kecil atau sebuah pertengkaran, tiba-tiba mereka menjadi tidak berhubungan lagi. Menjauh dari kita. Menelpon tidak, berkirim sms tidak. Bahkan kalau ketemu di jalan, seolah-olah tidak kenal. Padahal dulunya kita berhubungan baik sekali.

Berikut ada tips dari saya yang bisa dipraktekkan. Sebuah usaha yang mungkin berguna bagi anda, kebahagiaan dan kesuksesan anda di masa mendatang.

Bila anda memiliki saudara, teman, kerabat yang dulunya baik, tapi karena sesuatu hal atau kejadian yang membuat kesalahan, bisa karena dia atau anda, lalu menjadi renggang hubungan. Bisa jadi hal itu karena kesalahpahaman, ketidakmengertian, kurangnya komunikasi sehingga dia tiba-tiba tidak mau bicara dengan kita.

Kalau memang kejadiannya seperti ini, cobalah diam sejenak dan bayangkanlah orang itu. Kenanglah kebaikan dia dulu. Saat-saat manis yang anda lakukan bersama. Ingatlah saat dia menolong anda dalam kesulitan. Atau hal-hal yang baik yang terjadi di antara anda. Lalu anda pikirkan bagaimana sampai terjadi putus hubungan. Saat anda tidak lagi bersahabat. Coba dipertimbangkan besarnya kesalahan, mungkin cuma kecil yang bisa dilupakan.

Telponlah dia. Telpon saja. Tidak usah susah-susah ketemu. Ketika telpon anda bilang, ”Halo saya ini bla..bla.. Lama kita tidak ketemu ya. Maaf, saya cuma telpon sebentar saja. Dulu kita pernah bersahabat baik ya.. Ingat kita dulu sering jalan-jalan bersama. Mungkin karena satu dan lain hal di tahun 1978 atau apalah, kita menjadi tidak enakkan.”

Lalu kita lanjutkan, ”Dan saat ini saya merasa tidak enak. Karena dulu kita bersahabat dengan baik, sekarang kita jadi tidak pernah bicara atau berhubungan lagi. Alangah baiknya suatu saat kita bisa bertemu, berbicara bahkan berjalan-jalan lagi. Segini saja ya. Dag.. dag..” Telpon kita tutup.

Saya percaya anda punya musuh di dalam hati anda. Anda juga punya ketidak-enakkan di dalam hati anda. Bila ini ada, cobalah cari, hubungi dia dan telpon saja. 10 atau bahkan 5 menit saja. Katakan kalau dia masih marah, tidak apa-apa. Yang penting kita sudah mengatakan apa yang ada dalam hati kita. Mungkin sekarang belum waktunya. Mungkin suatu saat nanti, kita bisa bersahabat lagi. Selesai, tutup teleponnya.

Kita lakukan itu. Tidak apa-apa. Tidak ada ruginya. Tetapi ini semua akan memperkaya khasanah kejiwaan kita untuk menjadi manusia yang lebih besar.

Ini semua adalah sebuah cara kita untuk memaafkan diri kita sendiri untuk memaafkan orang lain. Cara mendamaikan di dalam hati kita. Kalau kita bisa melakukan hal ini, siapapun yang salah dulu entah kita, saudara, teman, kerabat, apa yang akan terjadi ?

Kita menjadi manusia yang lebih besar, jiwa yang lebih besar dengan ketenangan yang lebih besar lagi. Lebih besar lagi bahagianya. Mengasah diri lebih peka mengenal orang lain. Dengan kebesaran dan ketenangan jiwa ini maka kita akan bisa berbisnis dengan lebih baik lagi.

Adaptasi dengan TOILET

Bila anda memasuki kakus (WC) yang kotor pertama kali masuk, akan terasa bau busuknya luar biasa, tetapi setelah anda berada didalam sepuluh menit, maka tidak terasa lagi baunya.

Apakah berarti sudah tidak ada lagi baunya? Pasti bukan ! Baunya masih ada, tetapi hidung kita telah "menyesuaikan diri" dengan bau itu.

Dalam kehidupan kita banyak sekali Efek Kakus terjadi dalam kehidupan kita tanpa kita sadari. Pikirkan beberapa contoh ini:

1. Teman/Family/Orang dekat kita yang sangat jelek secara fisik sampai level "menakutkan", bila kita ketemu setiap hari, maka lama kelamaan terasa "biasa" juga.

2. Jalan TOL yang tersumbat lumpur Lapindo pertama terjadi membuat kita bingung luar biasa, setelah 3 bulan, teman saya yang harus sering bermobil Surabaya-Malang ya sudah merasa terbiasa untuk memilih milih jalan dan menerima perjalanan yang seharunya 2 jam menjadi 4 jam sebagai sebuah "kenyataan".

3. Seorang pebisnis sukses yang tiba2 diberitahu mendapat penyakit jantung kronis dan harus "by-pass" di Australia, dan shock berat awalnya, setelah operasi merasa itu hal umum dan wajar saja.

Nah, kita tahu kemampuan manusia untuk beradaptasi terhadap sekelilingnya memang luar biasa. Efek Kakus dalam kehidupan kita terjadi disemua lini. Kita sadari itu. Bisnis yang sulit karena barang China masuk terus secara illegal ke Indonesia juga sudah dianggap kenyataan yang tak terpungkiri lagi. Mata uang kita yang sering fluktuasipun sudah dianggap umum.

Maka bagaimana kita dapat belajar dan mengambil "keuntungan" dari Efek Kakus ini? Beberapa hal yang dapat kita coba:

1. Paksakan untuk bekerja lebih keras, memang tidak enak awalnya, tapi kalau kita paksakan terus, makan akan terjadi Efek Kakus dan kita akan terbiasa dengan hal ini dan menjadi pekerja yang lebih baik.

2. Cobalah selalu menciptakan network persahabatan baru. Awalnya terasa tidak enak, tetapi setelah terbiasa kita akan menjadi orang yang lebih sukses dengan kekuatan jaringan kita.

3. Berpikir dan bertindak kreatip selalu. Memang awalnya susah dan tidak "natural" terutama buat mereka yang jarang ber inovasi, tetapi kalau kita coba terus akan menjadi terbiasa juga.

Nah, ini adalah cara kita membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan kita ini.

Jumat, 2008 Maret 28

Would YOU ESCAPE from The DEATH ??




My Friend died last December, his name is Raka, he is my Junior in my High School, He got cancer, I don’t know much about him. I’ just know that he is a sincere person. Looking to his face when the death ceremonial, make me wonder ;what he already left behind his death. His family, car, and many luxury tools that he had, so sad too feel about that. He just 20 when he passed away. Where is he now ? His mother even so sad until this time, he is the only boy in his family. His father the Javanese one take it so calmly. When I' hug his father at his death ceremonial. I' saw very deep emotion in his eyes, but he can hold it as a man stereotype.

My friend told me that whenever you loose your grab in this earth, it’s ok, just another journey to another terminal, waiting for another bus. What is your ticket ? your ticket is your faith when you live on earth, really ? YES I’ thought, you get what you stock in invincible way. No matter what other says to you it all become memories, the truth is you return to your first place, the spirit way. You are here because you think you are here, but you are here because God had a purpose for you, and you need to pay that purpose when you die.

Funny things that so many people don’t really care about his purpose life, you MUST do something before you are become a dead body, it flows Guys, what God give to us it flows as a nature. You must know how the nature works.You need to take care of your Green House of mind, if you don’t do this something that you don’t need and want will grow, absolutely, positively. Just learn how to know what God want you to do.

Pray to God that you want to do your purpose in your life. So many people so even get afraid when they think about this. Ha ha .. relax bro; it doesn’t scare as it’s looks, coz it’s a part of Human Nature, don’t wait, waiting is an illusion, get the multitasking gene and do all you want and able to in positive way and goals. The Winner and Lucky people generate their own good fortune via four basic principles. They are skilled at creating and noticing chance opportunities, make lucky decisions by listening to their intuition, create self-fulfilling prophesies via positive expectations, and adopt a resilient attitude that transforms bad luck into good in God manners.


It’s FREE to be YOU in GOD ways

Selasa, 2008 Maret 25

Siapa anda ?_Anda Siapa ?



Apa anda pernah bertanya kepada diri anda siapa anda, mengapa anda ada di dunia ini, apakah anda ada untuk suatu kenikmatan ? atau suatu kesengsaraan. Manusia tidak bisa memilih kapan dan dimana ia mau lahir.Ready or not you are born ALREADY. Satu hal yang pasti yang saya pelajari dari manusia adalah ketidakpuasan akan segala sesuatu, manusia adalah makhluk candu, atau makhluk yang paling addict terhadap sesuatu.

Anda ini exklusif loh, seorang teman dimensi mikro saya Bye_kwong pernah bicara begitu, ia katakan manusia model kayak kamu ini ya Cuma satu dan selalu satu-satunya di dunia, tidak ada manusia yang sama sekalipun ia kembar identik. Anda ada untuk suatu tujuan, apakah tujuan anda tersebut, sebagai ciptaan ada tujuan penciptaan tentunya. Mengetahui SIAPA anda akan menjawab apa tujuan anda berada di dunia ini.

Mengapa sangat sulit untuk mengetahui SIAPA kita ?, banyak sekali buku-buku yang membahas mengenai self image, self talent, dan self purpose. Disini kita akan menyelam lebih dalam lagi. Sebagai ciptaan, maka manusia PASTI tahu siapa dia dan apa tujuan dia ada di dunia ini:
· Pesta Pora
· Kerja
· Sex
· Makan
· Judi
· Mabok
· Uang
· Kekuasaan
Wenak tenan hidup seperti di atas, kata orang-orang “jalanan“, itu baru namanya hidup Bung !!, Feels SO GOOD. BINGO!!

Anda lihat sekarang, sudah terlihat begitu jelas tentang target NAVIGASI manusia, semua poin tersebut adalah kehidupan yang menyenangkan dan memang BENAR, jika berorientasi hidup pada dunia ini saja.

Tapi disadari atau tidak anehnya dalam perjalanan hidup kita dalam mencapai target-target tersebut ada Tabokan-tabokan terselubung. The SLAP!! From the Invinsible Hand.Suuakit memang, tetapi setelah memar-memar itu sembuh maka baru kita sadari kita berada dijalan yang tepat, karena secara luar biasa tabokan tersebut mengubah NAVIGASI kita menuju ke arah yang berbeda dan terkadang tidak masuk akal.

Coba anda renungkan kembali Tabokan-tabokan dalam hidup anda, seberapa dashyat Tabokan tersebut mengubah hidup anda tempat anda berdiri sekarang.Atau anda malah lari dari “tabokan-tabokan” tersebut, atau berteriak dengan keras “BODO AMAT, SUKA-SUKA LA YAWW!!”. Tabokan adalah SUARA KEBENARAN.Suara yang ada dalam hati nurani anda yang dianugerahkan oleh TUHAN kepada semua insan, saat suara ini berteriak apa yang anda lakukan ?

Siapa anda adalah apa yang anda imani, jika anda hanya hidup untuk dunia ini, maka silahkan berbuat apa saja berdasar landasan iman anda tersebut, tetapi jika anda merasa ada sesuatu yang lebih tinggi, lebih indah yang layak anda raih diluar dari dunia ini, maka itulah diri anda. Sok dipilih salah satu, karena hanya ada 1 yang dominan

Jadi:
Siapa anda? anda_Siapa ? TERSERAH ANDA


EFT BLITZ


EFT adalah suatu teknik untuk menetralisir meridian energi tubuh anda, zaman dahulu orang-orang China menggunakan pengobatan akupuntur untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan melakukan operasi. Pada era dunia persilatan juga istilah totok sangat lumrah, yakni bagaimana seseorang dengan menggunakan jarinya melakukan kontak dengan titik-titik saraf di tubuh.

Jadi bagaimana cara kerja yang efektif dari EFT ? karena tujuan utama dari EFT adalah membersihkan anda dari sampah-sampah emosi, maka EFT sangat erat hubungannya dengan selftalk. EFT membantu anda untuk berdamai dan menerima diri anda, serta menjalani hidup dengan kadar stress yang jauh lebih kecil. Intinya EFT adalah suatu pesawat sederhana untuk membantu anda mendapatkan dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Bagaimana cara praktek dari EFT, cara praktek EFT sangat mudah; EFT menggabungkan antara hipnosis dan akupresur. Tanpa sebuah akupresur,orang bisa saja dihipnotis dan mencapai kondisi-kondisi yang diharapkan, tetapi dengan adanya teknik EFT, maka bisa dikatakan jika sebelumnya anda punya layarnya, sekarang anda punya dayungnya juga, sehingga efeknya double.EFTyang sangat ampuh adalah EFT dengan doa.

EFT mungkin gagalkah ?, sang guru EFT Gary craig pernah berkata “Try it on Everything”. Membuang sampah-sampah emosi atau energi negative, itulah yang sebenarnya dari inti EFT, manusia adalah substansi energi, demikian penyakit manusia disebabkan oleh ketidakharmonisan energi yang ada dalam tubuh, bisa disebabkan dari pola makan dan gaya hidup. Hanya Tuhan saja yang tidak mungkin gagal, paling tidak EFT adalah sebuah usaha konkret bagi seseorang untuk menjalani hidup dengan lebih baik.

Kendala EFT; biasanya orang yang mengalami Kendala EFT adalah adanya ke’engganan atau Prokrastinasi, saat anda berada dalam lingkaran prokrastinasi untuk bisa menikmati EFT, saat itu anda haru sadar jika anda sedang dikelilingi oleh energi negative. Dengan memiliki kesadaran tersebut maka anda bisa merelakan diri dengan santai untuk melakukan EFT, sampai perasaan negative tersebut hilang.

Anda bisa belajar dan mendownload manualnya gratis disini

Senin, 2008 Maret 24

ATHEIS yang mendapat PENCERAHAN

Karena menganggap diri seorang ateis, maka saya mengawali perjalanan spiritual saya dengan cara yang tidak biasa.


Saya minta pertolongan Tuhan.

Saya pikir-pikir, apa ruginya? Jika saya ternyata benar dan Tuhan sedang tidak ada di surga, maka saya hanya akan kehilangan waktu selama tiga puluh detik. Jika ternyata saya salah dan Tuhan menjawab saya, maka saya akan mendapat untung besar. Maka, saat sendirian di dalam kamar; pada 20 Januari 1980, saya panjatkan doa demikian ini:

"Tuhan, aku bahkan tidak percaya Engkau ada di sana, tetapi jika memang benar Engkau ada, aku ingin menemukan-Mu. Aku benar-benar ingin mengenal kebenaran-Mu. Maka jika Engkau memang ada, mohon nyatakan diri-Mu padaku."

Apa yang tidak saya ketahui pada waktu itu yaitu, doa sederhana ini melontarkan saya selama hampir dua tahun ke dalam petualangan pencarian yang berakhir dengan sebuah revolusi dalam hidup saya.

Berbekal pelatihan bidang hukum yang pernah saya ikuti, yang memberi saya pengetahuan mengenai bukti, juga latar belakang jurnalistik, yang memberi saya keterampilan-keterampilan dalam mengejar-ngejar fakta, saya pun mulai membaca berbagai macam buku dan mewawancarai banyak ahli. Saya sangat dipengaruhi oleh Josh McDowell melalui buku-bukunya. "More Than a Carpenter"[1] dan "Evidence That Demands a Verdict"[2], telah membuka mata saya pada kemungkinan bahwa seseorang bisa memiliki iman yang dapat dipertahankan secara intelektual.

Tentu saja, saya juga membaca Alkitab. Namun, terlebih dahulu saya sisihkan jauh-jauh pemikiran bahwa Alkitab itu benar-benar adalah firman, yang adalah ilham dari Tuhan. Sebaliknya, pada saat itu saya memandang Alkitab dengan sudut pandang yang tak terbantahkan -- sebagai suatu kumpulan dokumen masa lampau yang merekam kejadian- kejadian yang memiliki nilai historis.

Saya juga membaca tulisan-tulisan religius lainnya, termasuk Kitab Mormon, sebab saya rasa penting untuk memeriksa alternatif keyakinan rohani yang berbeda. Sebagian besar keyakinan itu mudah dibuyarkan. Sebagai contoh, Mormonisme dengan cepat runtuh di tengah penelitian saya setelah saya menemukan beberapa ketidaksesuaian yang tidak dapat ditolerir antara kesaksian-kesaksian sang pendiri, Joseph Smith, dengan penemuan-penemuan arkeologi modern. Berbeda dengan kekristenan, yang semakin saya teliti, semakin membangkitkan ketertarikan saya.

Saya gambarkan proses ini seolah-olah saya sedang merangkai suatu "jigsaw" (teka-teki bergambar) raksasa dalam benak saya. Tiap kali menemukan bukti atau jawaban, itu seperti menemukan letak potongan jigsaw yang tepat pada posisi yang semestinya. Saya tidak tahu seperti apa jadinya gambar akhir dari rangkaian jigsaw tersebut -- itu adalah suatu misteri -- tetapi setiap fakta yang dapat saya ungkap mengarah pada satu langkah ke depan untuk makin dekat pada solusinya.

JAWABAN BAGI SEORANG ATEIS

Tak lama kemudian, saya menemukan bahwa orang Kristen telah melakukan suatu kesalahan taktis. Agama-agama lain percaya pada berbagai dewa atau tuhan yang tak berwujud, tidak kelihatan, dan pemahaman itu sulit untuk diubah. Tetapi orang Kristen mendasarkan agama mereka pada hal- hal yang katanya adalah ajaran dan mukjizat dari sesosok Pribadi yang mereka klaim atau akui sebagai Orang yang secara historis adalah nyata -- Yesus Kristus -- yang menurut mereka, adalah Tuhan.

Saya rasa ini merupakan suatu kekeliruan yang besar sebab jika Yesus benar-benar hidup, Ia pasti meninggalkan bukti-bukti historis. Saya pun berpikir bahwa yang perlu saya lakukan adalah berusaha memastikan kebenaran historis tentang Yesus dan mungkin saja saya akan menemukan bahwa Dia adalah Orang yang baik, mungkin sangat bermoral dan seorang Guru yang sempurna, tetapi yang pasti, sama sekali tidak menyerupai Tuhan.

Saya memulainya dengan menanyakan pada diri saya sendiri pertanyaan pertama dari seorang wartawan yang baik: "Ada berapa pasang mata di sana?" "Mata" adalah istilah lain untuk saksi. Setiap orang tahu betapa kuatnya kesaksian saksi mata dalam menetapkan kejujuran suatu peristiwa. Percayalah, saya sudah melihat banyak terdakwa yang digiring ke penjara oleh saksi mata.

Maka saya ingin mengetahui, "Ada berapa banyak saksi mata yang menjumpai orang bernama Yesus ini? Berapa banyak yang mendengar-Nya saat Dia memberikan pengajaran-pengajaran? Berapa banyak yang melihat- Nya melakukan mukjizat-mukjizat? Berapa banyak yang benar-benar telah melihat-Nya setelah Dia, yang katanya bangkit dari kematian?"

Saya terkejut saat menemukan bahwa tidak hanya satu saksi mata yang ada di sana; melainkan ada banyak, dan Perjanjian Baru dengan jelas menyebutkan beberapa orang dari mereka. Sebagai contoh, ada Matius, Petrus, Yohanes, dan Yakobus -- mereka semua adalah saksi mata. Markus, seorang sejarawan, yang menulis berdasarkan wawancara langsung dengan Petrus sendiri; Lukas, seorang dokter yang menulis riwayat hidup Yesus berdasarkan kesaksian para saksi mata; dan juga Paulus, yang hidupnya berubah 180 derajat setelah dia berkata bahwa dirinya telah bertemu dengan Kristus yang telah bangkit kembali.

Petrus dengan teguh meyakinkan bahwa dia dengan teliti telah mencatat informasi yang diperolehnya secara langsung. "Kami tidak mengarang kisah-kisah yang kami ciptakan dengan cerdik saat kami mengatakan kepada Anda mengenai kuasa dan kedatangan dari Tuhan kita Yesus Kristus," tulisnya, "tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran- Nya."[3]

Yohanes berkata, dia telah menuliskan tentang hal-hal "yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan yang telah kami raba dengan tangan kami."[4]

KESAKSIAN YANG DAPAT DIPERCAYA

Orang-orang ini tidak hanya menyaksikan secara langsung, tetapi McDowell dengan jelas menunjukkan, mereka telah berkhotbah tentang Yesus pada orang-orang yang hidup pada masa dan di daerah yang sama dengan Yesus sendiri. Hal ini sangat penting sebab jika para murid itu melebih-lebihkan atau hanya sekadar menulis ulang sejarah, maka para pendengar, yang terkadang memusuhi mereka, pasti akan mengetahui kebohongan itu dan menolak mereka. Tetapi sebaliknya, mereka dapat berbincang-bincang mengenai berbagai hal yang telah diketahui orang banyak dengan para pendengar tersebut.[5]

Sebagai contoh, tidak lama sesudah Yesus dibunuh, Petrus berkhotbah pada orang banyak di kota yang sama di mana penyaliban itu berlangsung. Banyak di antara mereka mungkin melihat Yesus dibunuh. Petrus memulainya dengan berkata: "Hai orang Israel, dengarlah perkataan ini: `Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.`"[6]

Dengan kata lain, "Ayolah, kalian semua -- kamu sudah mengetahui apa yang Yesus lakukan. Kamu sendiri telah melihat hal-hal ini!" Lalu dia mengungkapkan bahwa Raja Daud telah mati dan dikuburkan dan kuburannya masih ada sampai hari ini, "Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami adalah saksi."[7]

Yang menarik adalah reaksi para pendengar. Mereka tidak berkata, "Kami tidak tahu apa yang kamu bicarakan!" Sebaliknya, mereka panik dan ingin tahu apa yang harus mereka lakukan. Pada hari itu juga, sekitar tiga ribu orang meminta pengampunan dan banyak lainnya juga turut serta -- sepertinya itu karena mereka mengetahui bahwa Petrus telah mengatakan hal yang sebenarnya.[8]

Saya pun bertanya pada diri sendiri, "Apakah kekristenan dapat tumbuh berakar dengan cepat karena memang benar tidak dapat dibantah jika para murid itu berkeliling menyebarkan perkataan yang telah diketahui oleh para pendengar mereka bahwa hal-hal itu dilebih-lebihkan atau bahkan palsu?"

Potongan-potongan jigsaw mulai tertata tepat pada tempatnya.

Satu bukti lagi yang ditawarkan orang Kristen pada saya -- namun saya tidak memercayainya -- yakni para murid Yesus pasti percaya pada apa yang telah mereka khotbahkan tentang Dia karena sepuluh dari sebelas orang murid memilih mengalami kematian yang mengerikan daripada menarik kembali kesaksian mereka bahwa Yesus adalah Anak Allah yang telah bangkit dari kematian. Beberapa orang lainnya disiksa hingga mati melalui penyaliban.

Awalnya saya tidak menyadari hal menarik ini. Saya bisa menunjukkan semua kelemahannya melalui sejarah, yakni ada orang-orang yang rela mati karena membela keyakinan mereka. Tetapi para murid itu berbeda, kata McDowell. Orang akan rela mati demi kepercayaan mereka jika telah yakin dengan kebenaran kepercayaan itu, tetapi orang tidak akan mau mati untuk kepercayaan jika tahu bahwa kepercayaan itu palsu.

Dengan kata lain, keseluruhan iman Kristen bergantung pada apakah Yesus Kristus benar-benar bangkit dari kematian.[9] Tidak ada kebangkitan, berarti tidak ada kekristenan. Para murid berkata bahwa mereka melihat Yesus setelah Dia dibangkitkan dari kematian. Mereka mengetahui apakah mereka berbohong atau tidak; hal itu tidak mungkin merupakan halusinasi atau kekeliruan. Dan jika mereka memang berbohong, akankah mereka dengan sepenuh hati rela mati demi hal yang mereka ketahui adalah palsu?

Seperti yang diamati oleh McDowell, tidak ada orang yang dengan sadar dan dengan sepenuh hati rela mati demi suatu kepalsuan.[10]

Fakta tunggal itu sangat memengaruhi saya, terlebih lagi ketika saya mengetahui apa yang terjadi pada para murid setelah penyaliban. Sejarah menunjukkan bahwa mereka muncul dan dengan terus terang menyatakan bahwa Yesus mengatasi dunia kematian. Tiba-tiba, orang- orang yang dahulunya penakut ini dipenuhi dengan keberanian, bersedia berkhotbah hingga mati bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Apa yang mengubah mereka? Saya tidak mendapatkan penjelasan yang lebih masuk akal lagi selain bahwa para murid itu telah memeroleh pengalaman yang mengubah hidup mereka bersama dengan Kristus yang telah dibangkitkan kembali.

SEORANG SKEPTIS ABAD PERTAMA

Penyelidikan saya terutama sampai pada diri seorang murid bernama Thomas, sebab dia sama skeptisnya seperti saya. Saya rasa dia pasti dapat menjadi seorang wartawan terkenal. Thomas berkata dia tidak akan percaya bahwa Yesus telah kembali hidup kecuali jika dia bisa secara pribadi memeriksa luka-luka di tangan dan kaki Yesus.

Menurut catatan dalam Perjanjian Baru, Yesus muncul dan memanggil Thomas untuk memeriksa bukti bagi dirinya agar percaya, dan Thomas melihat bahwa luka-luka itu benar. Saya terpesona saat mengetahui bagaimana Thomas menghabiskan sisa hidupnya. Menurut sejarah, dia mengakhiri hidupnya dengan tetap menyatakan -- hingga ditikam sampai mati di India -- bahwa Yesus adalah Anak Allah yang telah bangkit kembali dari kematian. Baginya, bukti telah meyakinkan dirinya dengan sangat jelas.

Selain itu, adalah penting untuk membaca apa yang Thomas katakan setelah dia menjadi puas oleh bukti bahwa Yesus telah mengalahkan kematian. Thomas menyatakan: "Tuhanku dan Allahku."[11]

Selanjutnya, Yesus tidak menanggapinya dengan berkata, "Stop! Tunggu sebentar, Thom. Jangan menyembah aku. Kamu hanya boleh menyembah Tuhan, dan ingat, aku hanyalah seorang guru besar dan Manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral." Sebaliknya, Yesus menerima penyembahan Thomas.

Dengan demikian, tidak perlu lagi mencari kesalahan dari konsepsi populer bahwa Yesus tidak pernah mengklaim atau mengaku bahwa Dia adalah Allah. Selama bertahun-tahun, orang-orang yang skeptis atau tidak percaya telah bercerita kepada saya bahwa Yesus tidak pernah menganggap diri-Nya lebih dari sekadar manusia biasa dan bahwa Dia marah di dalam kuburan-Nya jika Dia mengetahui bahwa orang-orang menyembah diri-Nya. Tetapi ketika saya membaca Alkitab, saya menemukan bahwa Yesus menyatakan berulang kali -- baik melalui perkataan maupun perbuatan -- siapa diri-Nya sebenarnya.

Riwayat hidup Kristus yang paling tua menggambarkan bagaimana Dia ditanyai secara langsung oleh imam besar selama proses pengadilan: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?"[12] Yesus tidak ragu- ragu. Dua kata pertama yang diucapkan-Nya adalah: "Akulah Dia."[13]

Imam besar tahu apa yang Yesus katakan, karena itu dia dengan marah menyatakan pada pengadilan, "Kamu sudah mendengar hujatan-Nya terhadap Allah"[14] Hujat apa? Bahwa Yesus telah mengaku diri-Nya adalah Allah! Ini, setelah saya pelajari, adalah kejahatan yang membuat-Nya dihukum mati.

Ketika saya menjadi semakin yakin terhadap para saksi mata dalam Perjanjian Baru, saya tetap teringat pada seorang skeptis lain yang berbicara kepada saya bertahun-tahun yang lalu. Mereka mengklaim bahwa Perjanjian Baru tidak bisa dipercayai karena buku itu ditulis seratus tahun atau bahkan lebih setelah masa kehidupan Yesus. Mereka berkata bahwa mitos-mitos tentang Yesus telah tumbuh subur selama masa itu dan telah menyimpangkan kebenarannya tanpa disadari.

Tetapi ketika saya menguji fakta-fakta dengan objektif, saya mendapati bahwa penemuan-penemuan arkeologis terbaru telah memaksa para ahli untuk memberikan pernyataan bahwa masa penulisan Perjanjian Baru lebih awal dari pernyataan sebelumnya.

Dr. William Albright, seorang profesor terkenal dari Universitas John Hopkins dan mantan Direktur American School of Oriental Research in Jerusalem, berkata bahwa ia yakin berbagai buku dari Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam masa lima puluh tahun setelah penyaliban dan sangat mungkin dalam dua puluh atau empat puluh lima tahun sesudah masa Yesus.[15] Ini berarti usia Perjanjian Baru sama tuanya dengan masa kehidupan para saksi mata, yang pasti akan memperdebatkan isinya jika penulisannya dibuat-buat.

Terlebih lagi, para ahli telah mempelajari mengenai waktu yang diperlukan bagi suatu legenda untuk berkembang pada masa lampau. Dan kesimpulan mereka yakni: Tidak ada waktu yang cukup, antara kematian Yesus dan penulisan Perjanjian Baru, bagi suatu legenda untuk dapat menyimpangkan kebenaran historis.[16]

Bahkan, saya kemudian mempelajari bahwa suatu pengakuan iman dari gereja mula-mula -- yang menyatakan bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa kita, dan dibangkitkan kembali, serta muncul di hadapan banyak saksi - -telah ditelusuri ulang hingga tiga sampai delapan tahun setelah kematian Yesus. Pernyataan iman ini, yang dilaporkan oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15:3-7, ditulis berdasarkan kesaksian langsung dan merupakan suatu konfirmasi paling awal mengenai inti dari Injil.[17]

Sepotong demi sepotong, teka-teki jigsaw mental saya pun semakin menyatu.

KUASA NUBUATAN

Selanjutnya saya mengarah pada nubuatan-nubuatan Alkitab, wilayah di mana saya biasanya bersikap sangat sinis. Saya telah menulis banyak artikel selama bertahun-tahun mengenai ramalan-ramalan tentang masa depan -- salah satu dari kisah-kisah Tahun Baru yang menyibukkan semua reporter pemula -- dan saya mengetahui betapa sedikitnya ramalan- ramalan yang benar-benar terjadi. Sebagai contoh, setiap tahun orang- orang di Chicago tetap percaya bahwa tim Chicago Cubs pasti akan memenangkan kejuaraan dunia, dan hal itu belum pernah terjadi sepanjang hidup saya!

Meskipun demikian, semakin banyak saya menganalisa nubuatan-nubuatan dalam Perjanjian Lama, keyakinan saya menjadi semakin kuat bahwa nubuat-nubuat tersebut membentuk rangkaian bukti-bukti historis yang mengagumkan dalam mendukung klaim bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah.

Sebagai contoh, saya membaca Yesaya 53 di Perjanjian Lama dan menemukan hal yang sangat aneh mengenai gambaran bahwa Yesus disalibkan -- dan itu ditulis lebih dari tujuh ratus tahun sebelum penyaliban itu terjadi. Hal itu seperti upaya saya memprediksikan bahwa Cubs akan berhasil pada tahun tahun 2700-an! Semuanya, ada sekitar lima lusin nubuat utama mengenai sang Mesias, dan semakin dalam saya mempelajari nubuat-nubuat itu, makin banyak kesulitan yang saya temui untuk menjelaskannya.

Garis pertahanan pertama saya dalam menolak kekristenan adalah bahwa Yesus mungkin dengan sengaja telah mengatur riwayat hidup-Nya agar dapat menggenapi nubuatan-nubuatan tersebut sehingga Ia akan dikira Mesias yang telah lama ditunggu-tunggu kedatangan-Nya. Sebagai contoh, da1am Zakharia 9:9 diramalkan bahwa Mesias akan mengendarai seekor keledai memasuki kota Yerusalem. Mungkin ketika Yesus akan memasuki kota, Ia mengatakan pada para murid-Nya, "Pergi ambilkan Aku seekor keledai. Aku ingin mengelabuhi orang-orang di sini hingga berpikir Aku adalah Mesias karena Aku benar-benar ingin disiksa sampai mati!"

Tetapi argumentasi itu runtuh ketika saya membaca nubuat-nubuat tentang peristiwa-peristiwa yang tidak mungkin dapat diatur oleh Yesus, seperti tempat kelahiran-Nya, yang telah diramalkan oleh nabi Mikha tujuh ratus tahun sebelum Dia dilahirkan, juga silsilah keluarga-Nya, bagaimana kejadian kelahiran-Nya, bagaimana Ia dikhianati demi uang dalam jumlah tertentu, bagaimana Ia dibunuh, bagaimana tulang-tulang-Nya tetap utuh dan tidak ada yang dipatahkan (berbeda dengan kedua penjahat yang disalibkan bersama dengan Dia), bagaimana para prajurit mengundi pakaian-Nya, dan seterusnya.[18]

Garis pertahanan saya yang kedua adalah bahwa Yesus bukan satu-satunya orang kepada siapa nubuat-nubuat itu ditujukan. Mungkin saja beberapa orang dalam sejarah cocok dengan ramalan-ramalan tersebut, tetapi karena Yesus memunyai lebih banyak agen hubungan masyarakat yang baik, dengan demikian Dia menjadi yang paling diingat oleh setiap orang.

Tetapi setelah membaca sebuah buku karya Petrus Stoner, seorang profesor ilmu alam di Westmont College yang telah pensiun, keraguan tersebut pun tersingkap. Stoner dengan enam ratus siswanya telah melakukan perhitungan secara matematis bahwa hingga saat ini peluang kemungkinan bagi setiap orang hanya dapat memenuhi delapan nubuat Perjanjian Lama.[19] Peluang kemungkinan dalam hal ini, yaitu satu peluang dengan kemampuan sebesar sepuluh per tujuh belas. Itu adalah sebuah nominal dengan tujuh belas angka nol di belakangnya!

Untuk berusaha memahami jumlah yang sangat besar itu, saya melakukan beberapa penghitungan. Saya membayangkan seluruh dunia ditutup oleh ubin lantai berwarna putih berukuran satu setengah inci persegi -- setiap permukaan tanah di bumi -- dan hanya satu ubin yang dasarnya berwarna merah.

Selanjutnya seseorang diizinkan untuk mengembara seumur hidup di tujuh benua. Ia hanya boleh membungkuk sekali untuk mengambil satu potong ubin. Apakah aneh jika ternyata satu ubin yang diambil itu dasarnya berwarna merah? Hal yang sama anehnya adalah hanya ada peluang sebanyak delapan nubuat Perjanjian Lama yang dapat dipenuhi oleh setiap orang sepanjang sejarah!

Hal itu cukup mengesankan, akan tetapi berikutnya Stoner menganalisa empat puluh delapan nubuatan. Dia menyimpulkan bahwa hanya akan ada satu peluang dengan kekuatan sebesar sepuluh per 157 yang akan terjadi pada diri setiap orang sepanjang sejarah.[20] Itu adalah sebuah nominal dengan 157 angka nol di belakangnya!

Saya telah melakukan suatu riset dan mempelajari bahwa atom itu begitu kecilnya hingga diperlukan satu juta atom dibariskan agar sama dengan lebar dari selembar rambut manusia. Saya juga mewawancarai para ilmuwan mengenai perkiraan mereka akan jumlah atom yang ada di seluruh alam semesta.

Dan sementara hasilnya adalah jumlah yang amat sangat besar, saya simpulkan bahwa keanehan empat puluh delapan nubuat Perjanjian Lama berpeluang terjadi pada diri individu mana pun adalah sama seperti seseorang yang memilih secara acak satu atom yang telah ditentukan lebih dahulu di antara semua atom di dalam jutaan triliun triliun triliun triliun galaksi seukuran galaksi kita!

Yesus berkata Dia datang untuk menggenapi nubuat-nubuat tersebut. Ia berkata, "Yakni bahwa harus digenapi semua yang tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab Nabi-nabi dan kitab Mazmur."[21] Saya pun mulai percaya bahwa semua nubuat itu digenapi -- hanya dalam Yesus Kristus.

Saya bertanya kepada diri saya sendiri, jika seseorang menawari saya suatu bisnis yang memiliki peluang rugi hanya sebesar sepuluh per 157, berapa banyak uang yang akan saya investasikan? Saya akan menaruh semua yang saya miliki untuk satu kesempatan -- pasti -- menang seperti itu! Dan saya pun mulai berpikir, "Dengan adanya semua keanehan tersebut, sepertinya saya perlu menginvestasikan hidup saya pada Kristus."

REALITAS DARI KEBANGKITAN

Karena merupakan hal yang sentral bagi kekristenan, saya pun menghabiskan cukup banyak waktu untuk meneliti bukti historis pada kebangkitan Yesus. Saya bukan orang skeptis pertama yang melakukannya. Ada banyak orang yang telah melakukan pengujian serupa dan kemudian menjadi orang Kristen.

Sebagai contoh, seorang wartawan sekaligus pengacara Inggris bernama Frank Morison yang ditugaskan untuk menulis buku yang menunjukkan bahwa kebangkitan adalah suatu mitos. Namun, setelah bersusah payah mempelajari bukti, dia menjadi seorang Kristen, dan berkata bahwa tidak ada keraguan bahwa kebangkitan memiliki "suatu dasar historis yang kuat dan mendalam"[22]. Buku tentang penyelidikan rohani yang akhirnya dia tulis, memberi saya suatu analisa seorang pengacara yang kritis mengenai kebangkitan.

Sudut pandang hukum lainnya datang dari Simon Greenleaf, seorang profesor cerdas yang mendapat penghargaan karena membantu Harvard Law School dalam meraih reputasi unggul bagi sekolah hukum tersebut. Greenleaf menulis salah satu dari risalah-risalah hukum Amerika terbaik yang pernah ditulis, dengan topik tentang apa yang mendasari pembuktian secara hukum.

Bahkan, Mahkamah Agung Amerika Serikat pun mengutip perkataannya. London Law Journal berkata bahwa Greenleaf mengetahui tentang hukum pembuktian jauh lebih banyak daripada "semua pengacara yang memenuhi pengadilan-pengadilan di Eropa".[23]

Greenleaf mengejek kebangkitan sampai seorang siswa menantangnya untuk membuktikannya sendiri. Secara metodis, dia menerapkan pengujian- pengujian secara hukum pembuktian dan menjadi yakin bahwa kebangkitan adalah suatu peristiwa historis yang nyata. Profesor berdarah Yahudi itu lalu menyerahkan hidupnya bagi Kristus.[24]

Secara ringkas, bukti dari kebangkitan adalah bahwa Yesus mati dibunuh dengan cara disalib dan ditikam dengan tombak; Ia telah dinyatakan mati oleh para ahli; Ia dibalut dengan kain kafan berisi tujuh puluh lima pon rempah-rempah; Ia dibaringkan di dalam sebuah gua makam; sebuah batu karang yang sangat besar digulingkan menutupi jalan masuk ke dalam makam itu (menurut satu catatan historis masa lampau, begitu besarnya batu itu hingga dua puluh orang pun tidak dapat memindahkannya); dan makam itu dijaga oleh para prajurit berdisiplin tinggi.

Lalu, tiga hari kemudian makam itu ditemui dalam keadaan kosong, dan para saksi mata mengaku hingga ajal mereka bahwa Yesus muncul di tengah-tengah mereka.

Siapa yang memunyai motif untuk mencuri tubuh Yesus? Para murid tidak akan menyembunyikannya hingga disiksa sampai mati karena berbohong mengenai hal itu. Para pemimpin Yahudi dan Romawi akan senang dan berpawai mempertontonkan tubuh Yesus menyusuri jalanan Yerusalem; sebab itu akan langsung mematikan kemashyuran agama baru yang mulai menanjak itu, yang telah sekian lama ingin mereka habisi.

Tetapi yang terjadi selanjutnya adalah selama empat puluh hari, Yesus muncul secara langsung sebanyak dua belas kali pada waktu yang berbeda-beda di hadapan lebih dari 515 orang -- menemui para skeptis seperti Thomas dan Yakobus, dan suatu waktu muncul di hadapan sekelompok orang, pada waktu lainnya menemui seseorang secara pribadi, suatu saat muncul di dalam rumah, di saat yang lain muncul di tempat terbuka pada siang hari. Ia berbincang-bincang dengan orang-orang dan bahkan makan bersama dengan mereka.

Beberapa tahun kemudian, ketika Rasul Paulus menyebutkan bahwa ada beberapa saksi mata kebangkitan Yesus, dia mencatat bahwa banyak di antara mereka masih hidup, seolah-olah ia tujukan kepada para skeptis abad pertama, "Pergi pastikan sendiri pada mereka jika kamu tidak percaya padaku."[25]

Bahkan, jika Anda mendatangi para saksi menanyai setiap orang yang benar-benar melihat Yesus yang dibangkitkan kembali, dan jika Anda melakukan uji silang terhadap tiap-tiap orang selama hanya lima belas menit, dan jika Anda lakukan hal ini siang dan malam selama 24 jam tanpa berhenti, Anda akan mendengarkan kesaksian para saksi langsung selama lebih dari lima hari yang melelahkan.

Dibandingkan dengan pengadilan-pengadilan yang saya liput, ini adalah banjir bukti. Lebih banyak lagi jigsaw yang terkunci tepat pada tempatnya.

MENGGALI KEBENARAN

Saya mengamati arkeologi dan ternyata bidang ini menegaskan catatan Alkitab dari waktu ke waktu. Terus terang, masih ada beberapa isu yang belum terungkap. Namun, seorang ahli arkeologi yang istimewa, Dr. Nelson Gleuck, berkata: "Dapat dikatakan dengan pasti bahwa tidak ada penemuan arkeologis yang berlawanan dengan referensi Alkitab. Bahkan, sejumlah penemuan arkeologis mengkonfirmasikan dengan sangat jelas atau sangat detail pernyataan-pernyataan historis yang ada dalam Alkitab."[26]

Saya sangat terpesona oleh kisah seorang arkeolog terbesar sepanjang sejarah, yakni Sir William Ramsay dari Universitas Oxford, Inggris. Dia adalah seorang ateis; bahkan, putra dari pasangan ateis. Dia menghabiskan dua puluh lima tahun untuk melakukan penggalian arkeologis demi membuktikan kesalahan Kitab Kisah Para Rasul, yang ditulis oleh Lukas, sejarawan yang juga menulis Injil dengan namanya {Injil Lukas).

Tetapi bukannya meragukan Kitab Lukas, penemuan-penemuan Ramsay justru mendukungnya. Akhirnya, ia menyimpulkan bahwa Lukas adalah salah satu sejarawan paling akurat yang pernah hidup. Dipacu oleh bukti-bukti arkeologis tersebut, Ramsay menjadi seorang Kristen.[27]

Saya pun berkata, "Baiklah, memang terbukti Perjanjian Baru dapat dipercaya berdasarkan fakta sejarah. Tetapi apakah ada bukti mengenai Yesus di luar Alkitab?"

Saya terkagum-kagum saat menemukan bahwa ada sekitar selusin penulis sejarah kuno non-Kristen yang mengutip catatan sejarah mengenai kehidupan Yesus, termasuk fakta bahwa Ia melakukan hal-hal yang ajaib, bahwa Ia dikenal sebagai seorang yang berbudi luhur, bahwa Ia disebut Mesias, bahwa Ia disalibkan, bahwa langit menjadi gelap saat Ia terpaku di kayu salib, bahwa para murid-Nya berkata Ia telah bangkit kembali dari dunia orang mati, dan bahwa mereka menyembah-Nya sebagai Tuhan.[28]

Sebenarnya, ini hanyalah suatu ringkasan singkat dari penyelidikan rohani saya, sebab saya telah menyelidiki secara mendalam terhadap lebih banyak detil dibanding dengan yang digambarkan di sini. Dan saya tidak menyarankan buku ini semata hanya sebagai latihan akademis murni. Ada banyak ungkapan emosi yang terlibat di dalamnya. Tetapi nampaknya, ke mana pun saya memandang, keandalan catatan Alkitab tentang kehidupan, kematian, serta kebangkitan Yesus Kristus tampak semakin nyata.

MEMECAHKAN TEKA-TEKI

Saya telah memilah-milah bukti selama satu tahun sembilan bulan hingga sepulang dari gereja pada Minggu, 8 November 1981. Saya sedang sendirian di dalam kamar tidur, dan saya berkesimpulan bahwa waktunya telah sampai pada suatu putusan.

Kekristenan belum mutlak terbukti. Jika itu memang terbukti, maka tidak akan ada ruang bagi iman. Tetapi jika memertimbangkan fakta- fakta yang ada, saya menarik kesimpulan bahwa bukti historis yang ada dengan jelas mendukung klaim-klaim tentang Kristus jauh melampaui setiap keraguan. Bahkan sebenarnya, berdasarkan pada apa yang telah saya pelajari, perlu lebih banyak iman agar tetap ateis daripada menjadi seorang Kristen!

Oleh karena itu, setelah saya meletakkan potongan terakhir dari jigsaw mental saya pada tempatnya, seolah-olah saya berhenti sejenak untuk melihat potongan gambar dari rangkaian potongan jigsaw yang secara sistematis telah saya satukan dalam benak saya selama hampir dua tahun.

Gambar itu adalah potret dari Yesus Kristus, Anak Allah.

Seperti halnya Thomas, seorang skeptis terdahulu, saya pun merespons hal ini dengan menyatakan: "Tuhanku dan Allahku!"

Setelah itu, saya menuju dapur, di mana Leslie sedang berdiri di samping Alison di depan bak pencucian. Putri kami berusia lima tahun pada saat itu, dan dengan berjinjit, untuk pertama kalinya ia hampir mampu menggapai kran dapur.

"Lihat, Ayah, lihat!" serunya. "Aku dapat meraihnya! Aku dapat meraihnya!"

"Ya Sayang, hebat sekali," kata saya sambil memeluk dirinya. Lalu saya berkata kepada Leslie, "Kamu tahu, seperti itulah yang kini kurasakan. Aku telah berusaha meraih seseorang dalam waktu yang lama, dan hari ini akhirnya aku mampu meraih-Nya."

Dia mengetahui apa yang sedang saya katakan. Dengan berlinangan air mata, kami berpelukan.

Dan selanjutnya, Leslie dan para sahabatnya berdoa bagi saya hampir setiap hari sepanjang perjalanan rohani saya. Sering kali, doa-doa Leslie terfokus pada ayat dari Perjanjian Lama ini:

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari hatimu hati yang keras dan Kuberikan hati yang taat."[29]

Puji syukur kepada Tuhan, sebab Dia setia pada janji-Nya itu.
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku : Inside the Mind of Unchurched Harry and Mary Judul artikel : Kejutan dari Seorang Skeptis Penulis : Lee Strobel Penerjemah : Jonathan Santoso Penerbit : Majesty Books Publisher, Surabaya 2007 Halaman : 29 -- 42
Disclaimer ©2008 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) E-mail: webmastersabda.org

Sabtu, 2008 Maret 22

Budaya Korupsi_Flow n' Grow_Human Nature_Selera (4 in UNO)

Budaya Korupsi

Sistem Pemerintahan, pajak dan segala macam birokrasi yang tidak jelas, tidak teratur dan tidak disisplin membuat korupsi menjadi suatu budaya. Korupsi adalah suatu kelemahan atau bisa lebih parah lagi yakni kecacatan mental, walau para pelaku korupsi memiliki kondisi fisik yang baik, tetapi secara internal para pelaku korupsi adalah orang-orang yang patut dikasihani.

Korupsi bisa diberantas dengan pendekatan-pendekatan yang lebih menjurus kepada pendekatan Afektif, dengan demikian tidak membuat para koruptor menjadi berang, dan semuanya menemukan jalan'damai' yang sesuai. Atau bisa juga dengan cara yang super keras, tegas, disiplin tanpa kompromi

Semua bergantung kepada Kepala Negara.

Flow and Grow Management

Pour flowing Life.Saat anda hidup dalam rutinitas yang anda senangi maka kehidupan baru bisa dibilang mengalir, temukan apa yang membuat anda bisa menikmati suatu rutinitas.Kalau tidak ya anda ciptakan sendiri saja rutinitas yang menyenangkan tersebut
hargai rutinitas tersebut bukan hanya pada orientasi materi, anggap saja anda sudah ultra kaya dan merdeka secara financial.

Ciptakan rutinitas hanya dengan tubuh anda saja sobat, anda tidak butuh materi apapun juga untuk menciptakan rutinitas yang menyenangkan bagi anda... alam adalah ladangnya, semuanya bisa menarik dan menyenagkan, motornya adalah melayani, apa anda melayani Tuhan,Alam, dan sesama dalam hidup rutinitas anda.Kalau rutinitas anda berdasar pada materi atau diciptakan untuk materi, maka ada ketergantungan.. dan sifatnya tidak sejati... temukan apa yang bisa menjadi rutinitas anda, usahakanlah rutinitas tersbut menyenangkan banyak orang, bukan hanya diri anda sendiri

Bagaimana kalau rutinitas yang disukai adalah makan, main video game dan tidur, maka bisa saya katakan rutinitas tersebut tidak mengalir dan bertumbuh, konsep mengalir dan berumbuh yakni HARUS membawa NILAI lebih dan MAKNA yang positif bagi dunia, milikilah kebiasaan untuk membesarkan orang lain secara tulus

jadi sobat apa saja rutinitas yang bisa dilakukan dengan tubuh saja??

Berdoa
Olahraga
Berpikir
Jalan-jalan santai melihat dunia

intinya lakukan apa saja sejauh hal tersebut membawa NILAI lebih dan MAKNA yang positif bagi dunia
silahkan anda lakukan apapun

buat dunia takjub, biarlah suara Wow didengungkan dimana-mana

Wow Domino Management (WDM) itulah yang perlu anda kembangkan setiap maka anda akan selalu luar biasa dan bisa melihat jendela-jendela lain yang lebih semarak dalam hidup anda

start from your self which is a pieces of universe, your family, your society,your province, your nation, your world, and your universe again


Nature Law for Human Life

Kehidupan manusia diatur oleh hukum alam, dan tentunya manusia tersebut harus MENGENAL hukum alam tersebut yang akan berdampak kepada dirinya.

semuanya bisa saya gambarkan pada tulisan berikut:

Dunia ini mengalir dan berumbuh, maka dunia ini hidup, dunia yang hidup berisi dengan berbagai komponen kehidupan lainnya, dalam komponen kehidupan yang lain tersebut juga berlaku hal yang sama yakni pekembangan dan pertumbuhan, tidak ada perkembangan dan pertumbuhan adalah mati. Penyebab dari prkembangan dan perumbuhan yang terjadi adalah karena suatu hal yang kadang tidak bisa dijelaskan sumber-sumbernya, sama seperti block adalah suatu bagian alami dalam kehidupan, demikianlah kehidupan itu sendiri dalam menyikapinya, pohon yang merambat, air yang mengalir, demikian pula halnya dengan dunia manusia, akan banyak blockir pada jalurnya, tetapi manusia adalah bagian dari alam, manusi a juga akan selalu BISA melewati block tersebut pada saat ia mencapai suatu titik penghancur Block (Block Breaker),dan pekerjaan manusia sebagai block breaker ini alamiah dan terus menerus sifatnya, anda tidak bisa lepas dari masalah, dan anda juga bukan bayi yang terus disuapi.

Hadapi badai, kendalikan layar anda, miliki nyali dan semangat untuk bangkit dan belajar dari kegagalan miliki segudang alternatif, saya jamin anda akan gilang - gemilang dalam hidup ini.

Selera
banyak hal yang tidak bisa dipaksakan di dunia ini. Selera orang berbeda-beda, selera bersifat personal, bagaimanapun juga akan sangat sulit untuk mengganggu selera dari pribadi-pribadi yang ada. Maka itu selalu perlu ditekankan pernyataan

'jangan lakukan hal yang tidak anda sukai dan menyakiti anda'

tetapi silahkan lakukan saja hal yang menyakiti anda jika hal tersebut anda sukai ,misal, kita berlatih dengan keras untuk suatu turnamen, rasanya sakit... tapi toh memang kita nikmati perjuangan dari rasa sakit tersebut, lain halnya dengan memakai baju yang tidak kita sukai, bagaimanapun rasanya sakit.. karena memang bukan selera kita. Sesuatu yang bukan selera kita memang sakit, solusinya ya selesaikan secepat mungkin...hanya itu satu-satunya cara

Hidup juga penuh dengan selera, tetapi terkadang kita dipaksa untuk melalui suatu jalan yang bukan selera kita... ya selesaikan saja dengan cepat, kalau tidak mampu ya QUIT saja, hidup itu luas dan banyak alternatif.

Manajemen anti Khawatir

Kata-kata bijak untuk Kekuatiran : Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Kesedihan melihat ke belakang. Kekuatiran melihat ke sekeliling. Iman melihat ke atas. Biasanya, orang lebih kuatir tentang hal yang tak dapat dilihatnya daripada yang dapat dilihatnya.
Tak ada yang menguras tubuh seperti kekuatiran, dan orang yang mempunyai iman pada Tuhan harus malu untuk kuatir tentang apapun.
Mari kita tingkatkan rasa kuatir menjadi pemikiran sehat dan perencanaan. Bila saya menoleh ke belakang menengok segala kekuatiran saya, saya ingat cerita seorang tua di ranjang kematiannya bahwa ia mengalami berbagai kekuatiran dalam hidup, yang sebagian besar tak pernah terjadi. Kekuatiran mirip orang – akan tumbuh menjadi besar bila Anda memeliharanya.
Tak ada orang akan tenggelam oleh beban suatu hari. Tetapi bila beban esok ditambah ke beban hari ini, tak ada orang yang sanggup menanggungnya. Kuatir adalah siklus pikir yang tidak efisien yang berputar disekeliling suatu pusat ketakutan. Kekuatiran tak akan melenyapkan kesedihan esok, tetapi akan menghilangkan kegembiraan hari ini.
Kita lebih banyak menderita oleh khayalan daripada oleh kenyataan. Mereka yang kuatir sudah menderita akan hal yang mereka kuatirkan. Saya banyak mengalami kekuatiran, tetapi kebanyakan tak pernah terjadi. Kuatir sama seperti membayar bunga untuk uang yang mungkin tak pernah Anda pinjam. Tak ada gunanya membuka payung sebelum hujan. Pegangan hidup saya adalah: Berjagalah untuk hal yang terburuk, berharaplah akan hal yang terbaik dan terimalah apapun yang datang.
Bila Anda percaya bahwa merasa sedih atau kuatir dalam waktu cukup lama dapat mengubah masa lalu dan masa depan, maka Anda berada di planet dengan realitas yang beda. Mengatasi kuatir dapat dilakukan dengan hidup satu hari setiap kali bahkan sesaat setiap kali. Kekuatiran Anda akan tumbang tak ada artinya. Bila orang yang kuatir akan kekurangannya mau mensyukuri kekayaan yang mereka miliki, mereka akan berhenti kuatir. Bila Anda ingin mengetes ingatan Anda, cobalah untuk mengingat kembali yang Anda kuatirkan setahun yang lalu pada hari ini. Banyak orang mengumpulkan berkas kayu untuk membangun jembatan yang tak pernah mereka seberangi.
Kuatir seperti kursi goyang, yang memberikan sesuatu untuk Anda lakukan namun Anda tak pernah sampai kemanapun. Kekuatiran sering memberikan bayangan yang besar untuk sesuatu yang kecil. Kita dapat dengan mudah mengatasi bila kita mau mengambil hanya beban hari ini. Tetapi beban menjadi terlalu berat bagi kita bila kita harus memikul beban hari kemarin pada beban hari ini ditambah beban hari esok sebelum kita perlu menanggungnya. Sehari kuatir lebih melelahkan daripada seminggu kerja.
Betapa besar kepedihan yang harus kita bayar, untuk keburukan yang tak pernah terjadi. Kesedihan mempunyai batas, sedang kecemasan tidak ada batasnya. Kita sedih hanya untuk hal yang telah terjadi, tetapi cemas untuk semua hal yang mungkin terjadi. Kesulitan yang nyata dapat diatasi, tetapi yang kita bayangkan tak dapat ditaklukkan.